kualitas pendidikan indonesia mrengking 69 di dunia
Negara indonesia adalah negara demokrasi dengan membebaskan kebebasan pers dengan tingkat jumlah penduduk tertinggi ke empat didunia banyak sekali masalah atau problema yang telah dihadapi oleh bangsa indonesia khususnya di bidang pendidikan ,dengan rata-rata tingkat perekonomian diindonesia di lihat dari rata-rata pendapatan perkapita masyarakatnya cukup rendah menjadikan anak-anak bangsa sangat sulit sekali mendalami ilmu khususnya ilmu pendidikan ,dapat di lihat banyak sekali anak-anak bangsa yang putus sekolah oleh karena tingkat perekonomian masyarakatnya rendah menyebabkan tidak dapat sekolah dan putus sekolah, Pemerintah tidak tinggal diam menghadapi problema tersebut terbukti dengan adanya dana BOS dana BSM dan dana bantuan lainnya dengan tujuan agar bamngsa indonesia menjadi bangsa yang maju,bangsa yang aktip dan menjadi suri tauladan di dunia internasional itulah cita-cita ataupun tujuan negara kita sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke empat yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa ,dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Berdasarkan data dalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis, Armed Conflict and Education yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York, Senin (1/3/2011), indeks pembangunan pendidikan atau education development index (EDI) berdasarkan data tahun 2008 adalah 0,934. Nilai itu menempatkan Indonesia di posisi ke-69 dari 127 negara di dunia. EDI dikatakan tinggi jika mencapai 0,95-1. Kategori medium berada di atas 0,80, sedangkan kategori rendah di bawah 0,80.
Total nilai EDI itu diperoleh dari rangkuman perolehan empat kategori penilaian, yaitu:
- Angka partisipasi pendidikan dasar,
- Angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas,
- Angka partisipasi menurut kesetaraan jender,
- Angka bertahan siswa hingga kelas V sekolah dasar (SD).
Penurunan EDI Indonesia yang cukup tinggi tahun ini terjadi terutama pada kategori penilaian angka bertahan siswa hingga kelas V SD. Kategori ini untuk menunjukkan kualitas pendidikan di jenjang pendidikan dasar yang siklusnya dipatok sedikitnya lima tahun.


1 komentar:
good
Posting Komentar